Gaya menyalahkan pihak lain ketika ada masalah datang kembali dipertontonkan oleh Basuki Tjahja Purnama (Ahok), kali ini Ahok menyalahkan Dinas PU dikarenakan Jakarta masih terendam banjir pada Rabu (19/11/2014) malam. Ahok beralasan bahwa terjadinya banjir gara-gara dinas PU tidak pompa yang tidak berfungsi lantaran kekurangan solar, seperti diliput dari intriknews.
"Pasti banjir, makanya saya akan ambil PU. Karena, banyak tempat solar tuh enggak ada. Jadi, banyak pompa enggak ada solar. Sebagian lagi juga enggak jalan, enggak hidup," ujarnya, di Balai Kota Jakarta, Kamis (20/11).
"Pasti banjir, makanya saya akan ambil PU. Karena, banyak tempat solar tuh enggak ada. Jadi, banyak pompa enggak ada solar. Sebagian lagi juga enggak jalan, enggak hidup," ujarnya, di Balai Kota Jakarta, Kamis (20/11).
![]() |
Jakarta Kembali Banjir, Ahok Serang PU |
Tidak berjalanya sistem kepemimpinan Jokowi A"Padahal, kita sudah minta ke Kepala Dinas PU dari 2013 (benahi manjemen, red). Kemarin, dalam blusukan saya temukan tidak ada koordinasi sama sekali," ungkap Ahok.
Seperti diketahui, warga di beberapa wilayah di Jakarta terpaksa mengungsi akibat rumahnya terendam banjir kiriman dari hulu Sungai Ciliwung.
Di antara kawasan yang terendam adalah Rawajati Jakarta Selatan, Tebet Jakarta Selatan, Bukit Duri Jakarta Selatan, Bidara Cina Jatinegara Jakarta Timur, dan Kampung Pulo Jakarta Timur.
Berikut beberapa penampakan banjir Jakarta yang berhasil didokumentasi seorang fotografer bernama Khairudin Safri, yang menggambarkan kondisi Banjir Jakarta Kamis (20/11/2014).