Potensi Solok Beserta Biografi Orang-orang Inspiratif

Rabu, 17 Desember 2014

Musim Batu Akik, Walikota Palembang Takjub Omzet Pedagang Batu Akik Kaki Lima

Walau hujan, tidak menyurutkan niat Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Palembang Harnojoyo untuk melihat seberapa besar geliat pecinta dan pedagang batu akik yang ada di sekitar Pasar Cinde seperti diwartakan di rmolsumsel.

Dirinya sengaja datang ke seputaran Cinde ini untuk melihat langsung seperti apa geliat dari aktifitas jual beli batu akik di kota Palembang.


Walikota Palembang Saksikan Pengrajin Batu Akik Emperan
Walikota Palembang Saksikan Pengrajin Batu Akik Emperan
"Saya benar-benar penasaran dengan boomingnya batu akik dan permata di Kota Palembang," ujarnya.

"Setelah saya tanya satu persatu pedagang di sini, omzet rata-rata para pedagang disini bisa mencapai sekitar Rp 5-10 juta perhari," tuturnya.

Dengan geliat seperti ini, dirinya melalui Pemerintah kota (Pemkot) Palembang berencana akan mengakomodir seluruh pedagang, dengan menyediakan tempat yang lebih layak lagi. Sehingga, dapat dijadikan sumber pendapatan baru untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Palembang.

Mantan Ketua DPRD Kota Palembang ini menerangkan, secepatnya Pemkot Palembang  mencari solusi tempat yang lebih layak bagi pedagang, pengrajin, dan pecinta batu akik dalam melakukan transaksinya.

"Akan kita sediakan sentral batu akik. Selain dapat menjadi tambahan bagi PAD kota Palembang, adanya sentral batu akik ini juga dapat mengembangkan sektor pariwisata yang ada di kota Palembang," urainya.

Sementara itu, Nico, salah satu Pedagang batu akik di kawasan Cinde mengatakan, kedatangan Plt Walikota Palembang ini dapat memperhatikan kami para pedagang dan pengrajin batu akik yang ada di sini.

"Kami sangat berharap Pemerintah kota Palembang dapat menyediakan tempat khusus bagi kami pedagang dan pengrajin batu akik di sini," imbuhnya.

Menurutnya, untuk saat ini, keberadaan penjual dan pengrajin batu-batu akik ini, sangat dicari wisatawan-wisatawan yang berkunjung ke kawasan Cinde ini. Apalagi saat ini, sering diadakan even-even besar di Kota Palembang.

"Kondisi lokasi dagangan saat ini tidak dimungkinkan lagi untuk menjadi objek wisata bagi para pecinta batu akik yang berasal dari luar kota Palembang," ulasnya.

Dengan adanya kawasan terpadu cinderamata, dirinya yakin para pecinta batu akik dari dalam kota dan luar kota Palembang.

"Cobalah pemerintah pikirkan untuk memberikan solusi terhadap para pedagang yang dianggap sudah mengganggu. Dengan adanya sentra batu akik, ini merupakan salah satu peluang bagi Pemerintah dan masyarakat," tandasnya.
Facebook Twitter Google+

Back To Top