Potensi Solok Beserta Biografi Orang-orang Inspiratif

Kamis, 28 Januari 2016

Lho Malam Usai Mirna Meninggal, Jessica Begitu Gelisah Sampai Tidak Bisa Tidur

ilustrasi


Jessica Kumala Wongso, saksi mata kematian Wayan Murna Salihin mengaku sulit sekali untuk bisa tidur nyenyak. Meskipun ia berusaha memejamkan mata. Di dalam pikirannya masih terbayang jelas bagaimana sosok Mirna yang merupakan teman satu kampusnya di Australia itu. Ya, Mirna meninggal tepat di hadapannya usai minum kopi ala Vietnam di Restoran Olivier, Mal Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat pada Rabu (06/01/2016) lalu.



Begitulah petikan kisah berdasarkan pengakuan wanita yang akrab dipanggil Jessica Wongso ini. Dalam program Gestur, yang disiarkan TVOne, Rabu (27/01/2016) kemarin, Jessica bercerita banyak tentang banyak hal yang dialami dan dirasakan di malam kepergian sang teman usai meminum kopi di Restoran Olivier, Mal Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat.

Dengan dibimbing psikater, Hubertus Kasan Hidajat, Jessica menyampaikan satu persatu peristiwa yang ia alami sepulang dari Rumah Sakit Abdi Waluyo tempat Mirna menghembuskan nafas terakhirnya saat itu.

Hubertus membuka pertanyaan tentang bagaimana perasaan Jessica setelah mengetahui Mirna sudah tiada.

“Saya panik, saya tidak tahu harus berbuat apa, saya lihat Mirna kaku, kejadiannya begitu cepat,” ujar Jessica mengawali ceritanya.

Selanjutnya, Hubertus menyakana pukul berapa Jessica sampai ke rumah usai Mirna tewas dan apa yang dia lakukan dan alami di malam kematian Mirna itu.

“Saya sampai rumah pulang dari rumah sakit sekitar pukul 10.45 malam,” kata Jessica sebagaimana dilansir VivaNews.

Jessica menuturkan, sesampai di rumah ia langsung menuju ke kamarnya dilanjutkan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya lalu kembali ke kamar dan berbaring di tempat tidur.

“Mandi terus berusaha tidur,” kata Jessica.

Namun, menurut Jessica, meski telah berusaha memejamkan mata, tapi ia sulit sekali untuk bisa tidur nyenyak.

Di pikirannya masih terbayang jelas bagaimana teman satu kampusnya di Australia itu meninggal di hadapannya.

Saya gelisah terus berpikir, kenapa begitu cepat terjadi, saya sedih,” kata Jessica.

Jessica mengungkapkan, malam itu, ia tetap berusaha untuk bisa tidur. Tapi, lagi-lagi, dia hanya dapat memejamkan mata beberapa saat saja dan kemudian terbangun kembali.





“Saya nggak tidur sampai pagi, setiap satu jam saya bangun. Saat tidur, saya gelisah, saya berputar-putar di ranjang, akhirnya saya minum teh hangat,” katanya.

Jessica mengatakan, ia sempat menangis seorang diri di dalam kamar. Namun, ia mengaku tetap harus memaksakan diri untuk tidur.

“Saya tidak mau lihat jam, saya terus berusaha untuk bisa tidur,” katanya.

Jessica mengaku akhirnya tidak tidur sampai pagi tiba.

Pertanyaan itu diajukan Hubertus untuk mengetahui gejala psikologi apa yang terjadi pada Jessica usai kematian Mirna.




sumber: simomot
Facebook Twitter Google+

Back To Top